Awalnya adalah seorang fotografer Nanyang yang terus membuntuti tiga oramg pengemis ‘senior di Zhengzhou, China. Ia pun segera mengungkapkan penemuan-penemuan “penting” soal gaya hidup mewah para pengemis ini.
Foto-fotonya yang dijuduli “Kehidupan sehari-hari pengemis profesional Cina” dengan segera harian menjadi viral di internet sekaligus memicu perdebatan tentang moralitas memberi sedekah kepada para pengemis secara acak dan bukannya menyumbangkan ke badan amal bersertifikat.
Foto esai itu menunjukkan ‘keluarga pengemis’ memulai hari mereka dengan makan hamburger untuk sarapan di sebuah restoran cepat saji; daging sapi dan bir untuk makan siang, semangka dan es loli untuk kudapannya, dan makan malam di restoran mewah di hotel bintang lima.
Mereka juga berbelanja di toko-toko mewah seperti Cartier.
Beberapa pengemis yang sama yang biasanya mangkal di tempat-tempat itu, ketika ‘on-the-job’ akan pura-pura sakit dan terbaring di lantai sementara yang lain akan memohon kepada orang yang lewat untuk meminta uang.
Esai yang disertai gambar itu memperkirakan bahwa seorang pengemis ‘senior bisa mendapatkan antara RMB $ 2.000 dan $ 3.000 RMB per hari, dan menjadi sekitar Dh53,850 bulan.
0 komentar:
Posting Komentar